Kenangan Almarhum H.Saidi,SKM (Kepala Puskesmas Tonrorita)
Kenangan bersama Almarhum H.Saidi,SKM (Kepala Puskesmas Tonrorita)
Sebagai Pimpinan di Puskesmas Tonrorita kabupaten Gowa, beliau kami jadikan
orang tua. Kami tak pernah memanggilnya dengan nama lengkap H.Saidi, tapi kami
panggil AJJI sebagai panggilan hormat sebagai orang tua kami. Beliau tak pernah
marah kepada staf, canda dan tawanya yang selalu merubah suasana. ketegangan itu di ubah dengan bermain domino. Jelas itu
akan selalu menjadi kenangan bagi kami, sebagai pengingat bahwa kami punya
orang tua yang begitu peduli kepada kami.

Banyak kenangan yang kami lalui bersama beliau, kebijakan
yang diambilnya selau dilandasi dari hati. Tak pernah sekalipun terlihat merasa
serius jika diterpa suatu masalah. Orangnya selalu santai dengan ungkapan 1
kata yang selalu diingat ‘’GAMPANGJI”. Kata ini yang selalu
membuat kami tertawa, masalah yang berat selalu dianggap kecil. Jujur saja kami
bingung harus jawab apa jika sudah ngomong seperti itu.
Di luar lingkungan Puskesmas pun beliau sangat di segani
masyarakat. Di kenal masyarakat luas karena beliau orang baik. Beliau
berkomunikasi dengan siapapun. Suka bercanda dengan ekspresi ceria yang di
tonjolkan.
Kenangan Masa Akreditasi
Kenangan ini dipenuhi tetesan keringat, otak dan otot silih yang
berganti dalam mengejar target penilaian akreditasi. Beberapa kali jadwal
akreditasi di undur karena BAB-BAB dan Tata Graha yang belum dapat dinilai. Itu
membuat kami was-was, dan Pak KTU lembur siang malam hanya memilikirkan sampai
dimana teman-teman sudah mengerjakan BAB masing-masing. Kenapa sudah 5 bulan belum
ada hasil yang bisa di nilai.

Tapi ada satu hal yang membuat kami selalu bertanya-tanya. Setiap
almarhum datang di Puskesmas, tak pernah lama, lalu pergi lagi. Tak pernah
memberi kami semangat. Namun setelah semuanya terlewati, ternyata almarhum tak
ingin menampakkan wajah sedihnya melihat anak-anaknya mengerjakan elemen-elemen
penialaian sampai larut malam. Perjuangan itu yang membuatnya merasa sedih.
Almarhum selain humoris, beliau juga sangat mudah menangis.
Digertak sedikit, air matanya pasti jatuh. Kebanyakan jika seorang pimpinan di
marahi anak buahnya, pasti memarahi balik. Tapi beliau tidak, Justru dia lebih
menjaga perasaan anak-anaknya daripada dirinya sendiri.
Kenangan Masa Pandemi Covid-19
Awal munculnya pandemi di Indonesia mengharuskan tenaga
medis melayani pasien dengan standar pelayanan covid-19. Masker dan handscun
begitu sulit di dapatkan. Apalagi baju hazmat harus dimiliki setiap puskesmas
dalam melayani pasien yang datang berobat.
Salah satu kelebihan Almarhum adalah Rasa percaya dirinya
yang tinggi. Kami menganggap bahwa seorang pemimpin harus memiliki karakter
demikian. Kelebihan inilah yang membuat beliau bisa dapat baju hazmat yang
banyak dari pemerintah pusat. Namun sayang, baju hazmat itu hanya disuruh pakai untuk anak-anaknya
tapi bukan untuk beliau sendiri.
Beliau hanya bermodalkan masker tanpa handscun setiap kali
melayani pasien di luar Puskesmas. Mungkin itulah awal mula sakit, atau ada
orang lain tanpa gejala yang menularkan. Selama kurang lebih 6 hari dirawat dirumah sakit LB, Beliau
menghembuskan nafas terakhir pada hari kamis, 04 Juni 2020.
Mendengar kabar
yang sangat sedih ini, kami semua staf Puskesmas Tonrorita merasa terpukul
telah kehilangan sosok orang tua yang selama ini membimbing kami. Ternyata, Allah lebih menyayangi beliau dari pada kami semua. Semoga Almarhum
di tempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa. Dan penyakit yang
di derita semoga menjadi penggugur dosa.
Itulah Kenangan Almarhum H.Saidi,SKM (Kepala Puskesmas Tonrorita) yang akan selalu kami kenang sebagai orang tua yang terbaik dengan karakternya yang santai dan humoris.
Posting Komentar untuk "Kenangan Almarhum H.Saidi,SKM (Kepala Puskesmas Tonrorita)"
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...